Langsung ke konten utama

Dua Golongan Yang Merugi

Police, Crime Scene, Discovery
pixabay Ini prinsip, melanggar  perjanjian bermakna tidak mempedulikan lagi  perintah dan larangan

Dalam kontek apapun manusia ingin beruntung, menghindari kerugian walaupun sedikit. Segala upaya dikerahkan agara kerugian tidak ada. Tidak rugi secara ekonomi berarti mendapatkan keuntungan banyak dengan modal sedikit. Dipercaya, dihormati adalah keuntungan sosial dalam masyarakat.

Pelanggar Perintah Allah
Namun Allah memberikan peringatan tentang orang-orang tidak beruntung salah satunya  orang yang melanggar perjanjian dengan Allah. Dalam surat Al-Baqarah ayat 27 firmanNYA:

"(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi".

Ini prinsip, melanggar  perjanjian bermakna tidak mempedulikan lagi  perintah dan larangan. Orang seperti ini cenderung lost of control, memperturutkan keinginan bukan kebutuhan. Tanda yang nampak adalah ungkapan-ungkapan seperti “ Yang Penting Hepi”, “Hidup hanya sekali, dinikmati saja’ dll.
Kesenangan yang diperoleh dan memberikan kesuksesan dari ‘melanggar perintah Allah’ bahkan menegasikan keimanan dalam mengambil keputusan sering menjadi orang lain menjadi ‘iri’
Allah SWT memberikan gambaran jelas terkait orang-orang yang melanggar perintahNYA adalah termasuk golongan yang merugi dan tidak mendapatkan karunia.

Mengingkari Perjanjian
Berikutmya orang yang suka cidra janji. Tidak menepati perjanjian atau berpaling dari isi kesepakatan.
Allah menggambarkan dalam Al Baqoroh:64 yaitu:

"Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmatNya atasmu, niscaya kamu tergolong orang yang rugi".

Dalam prosesnya, orang-orang ini cenderung memperdagangkan ayat-ayat Allah. Kalamullah diingkari saat perintah itu merugikannya atau menjadikan ayat-ayat Allah untuk mendapatkan harta-dunia (jabatan, proyek, kedudukan dll) namun mengubah makna dari ayat tersebut. Orang yang ingkar terhadap Al Quran digambarkan sebagai orang merugi.

"Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi". (Q.S. Al-Baqarah : 121)

Selanjutnya dalam surat Yunus Allah SWT menggambarkan:

"Dan sekali-kali janganlah kamu termasuk orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang rugi". (Q.S. Yunus : 95)

Oleh sebab itu hindari melanggar perintah Allah dan senantiasa menepati perjanjian yang telah disepakti.
Terima kasih telah membaca artikel Dua Golongan Yang Merugi, semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Negeri Syam

pixabay Berbicara tentang Syam, tiada habisnya. Negeri yang mengalami pencerahan peradaban yang maju dan moderen pada zamannya. Negeri dimana rasul-rasul banyak berdomisili. Syam menjadi icon peradaban yang modern. Peninggalan-peninggalan kebudayaan mencerminkan kemajuan manusia pada zaman itu. Dalam surah al-A'araf ayat 137, Allah menegaskan bahwa negeri-negeri yang dipusakakan untuk Bani Israel tersebut tak lain adalah Syam. Negeri yang subur dan berlimpah kemakmuran. Tempat sejarah dan peradaban manusia mencapai kemajuan yang pesat. "Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri- negeri bagian timur bumi dan bagian baratnya." Demikian pula, Allah menyelamatkan Ibrahim dan Luth ke negeri-negeri yang diberkahi adalah Syam. Inilah penegasan dalam surah al-Anbiyaa' ayat 71. Al-Imam al-Waqidi dalam bukunya yang berjudul The Islamic Conquest of Syria menyebutkan, Syam bermakna  signifikan dalam penamaan Islam. Alquran menyebutnya sebagai...

DUA ORANG YANG SHOLATNYA TIDAK DITERIMA

pixabay: Rukun islam uang memiliki nilai penting disisi Allah SWT. Jika sholatnya baik maka ibadah yang lain akan dinilai baik. Sholat adalah pilar Islam. Rukun islam uang memiliki nilai penting disisi Allah SWT. Jika sholatnya baik maka ibadah yang lain akan dinilai baik. Setiap kali sholat, kita ingin ibadah  sholat diterima oleh Allah swt., namun tahukah kita orang yang tidak diterima shalat-nya. Rasulullah saw. Bersabda, “Dua orang yang shalat mereka tidak melampaui kepala mereka (tidak sampai kepada Allah), yaitu : budak yang minggat dari tuannya sampai dia kembali dan wanita yang durhaka kepada suaminya sampai dia kembali baik.” (HR Hakim) Hadits tersebut memberikan panduan, ada dua orang yang tidak diterima sholatnya oleh Allah swt, mereka adalah: BUDAK YANG LARI DARI TUANNYA Bila budak atau pembantu di zaman sekarang sudah diperlakukan dengan baik dan dipenuhi hak-haknya oleh majikan, apa alasannya untuk lari darinya. Manakala ini dilakukan, maka shalatnya...

EMPAT HAL YANG DIHARAMKAN ALLAH

pixabay Setiap manusia memiliki potensi kebaikan dan keburukan. Kebaikan akan senantiasa terjaga dengan memperbanyak amalan kebaikan dan sesuai ajaran Islam, sebaliknya potensi keburukan timbul akibat permisif terhadap hal-hal yang meragukan. Untuk mngelola amal soleh kita agar tidak terjebak kepada hal yang buruk maka penting untuk memperhatikan hal-hal yang dilarang agama bahkan diharamkan. Setiap muslim harus meninggalkan apa yang diharamkan Allah SWT. Oleh karena itu, kita harus tahu apa saja yang diharamkan-Nya Rasulullah saw. Bersabda, “Sesungguhnya Allah azza wa jallah mengharamkan kamu : mendurhakai ibu, menguburkan anak perempuan hidup-hidup, enggan membayar kewajiban, dan menuntut yang bukan haknya.”(HR Muslim dari Mughirah bin Syu’bah) Berdasarkan hadits diatas, dari sekian banyak yang diharamkan, ada empat hal yang harus kita hindari yaitu sebagai berikut. DURHAKA KEPADA IBU Orang tua, apalagi ibu adalah orang yang harus sangat dihormati. Bila anak du...