Langsung ke konten utama

MARHABAN YA RAMADHAN

Holy Quran, Ramadan, Ramadhan, Religious, Pray

Marhaban barasal dari kata rahb yang berarti luas atau lapang Marhaban menggambarkan suasana penerimaan tamu yang disambut dan diterima dengan lapang dada, dan penuh kegembiraan. Marhaban ya Ramadhan (selamat datang Ramadhan), memiliki makna setiap muslim menyambut Ramadhan dengan lapang dada, penuh kegembiraan, dan tiada keluhan. Rasulullah senantiasa menyambut gembira setiap datangnya Ramadhan. Berita gembira tersampaikan juga ke para sahabatnya dalam sabdanya: 
"Sungguh telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkatan. 

Allah telah memfardlukan atas kamu puasanya. Di dalam bulan Ramadhan dibuka segala pintu surga dan dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu seluruh setan. Padanya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tidak diberikan kepadanya kebaikan malam itu maka sesungguhnya dia telah dijauhkan dari kebajikan" (HR. Ahmad)
Marhaban ya Ramadhan, adalah ungkapan kegembuaraan setiap muslim karena setiap muslim berharap agar jiwa raga kita diasah dan diasuh guna melanjutkan guna menjadi orang yang bertaqwa disisi Allah swt. Perjalanan menuju yang penuh ujian dan tantangan. Namun, jika kehendak tetap membaja, akan tampak petunjuk jalan kemenangan, dan tampak rambu-rambu jalan, yang akan mengantar kita kepada kemenangan ramadhan. 

RAMADHAN BULAN BERKAH
Salah satu sifat Allah SWT yaitu irodah (kehendak), sebagaimana firmanNya : "Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia)." (QS Al Qoshosh [28]:68). 
Allah memilih sesuatu yang dikehendakiNya. Allah memilih tempat yang dikehendakiNya. Allah memilih manusia yang dikehendakiNya, pilihanNya sendiri ada yang menjadi Rasul, pemimpin negara, cendekia, dsb. Allah memilih gua Hiro' yang dikehendakiNya sebagai tempat pertemuan Rasul dan Malaikat Jibril. Allah memilih Mekkah yang dikehendakiNya sebagai kiblat kaum Muslimin dan memilih pula kota Madinah sebagai basis pertahanan Rasulullah dalam menyebarkan risalah Ilahi. Begitu pula halnya dengan bulan-bulan dalam setahun, Allah telah memilih Ramadhan sebagai bulan yang istimewa, yang namanya disebutkan dalam Al Qur-an. Firman Allah:

"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS Al Baqoroh [2]:185). 
Jika Allah berkehendak, tentu ada suatu maksud tertentu dibalik kehendakNya itu. Allah mengutus Rasulullah dengan satu maksud, untuk menyampaikan risalah-Nya.Demikian juga Ramadhan, sebab Allah tidak akan mengatakan Ramadhan sebagai bulan istimewa jika tidak ada sesuatu dibalik itu. Baginda Rasulullah SAW, ketika berada di penghujung bulan Sya'ban, selalu mengatakan kepada sahabatnya : 
"Telah datang padamu bulan Ramadhan, penghulu segala bulan. Maka sambutlah kedatangannya. Telah datang bulan shiyam membawa segala keberkahan, maka alangkah mulianya tamu yang datang itu." (HR. Ath Thabrani) 
Dalam sabdanya yang lain : "Sesungguhnya telah datang padamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah memerintahkan berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu, dibukakan segala pintu Surga, dikunci segala pintu Neraka dan dibelenggu syetan-syetan. Di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa yang tidak diberikan kebajikan malam itu, berarti telah diharamkan baginya segala rupa kebajikan." (HR. An Nasai dan Al Baihaqi)
Jika kita menengok ke belakang, melihat sirah Rasulullah SAW kita akan melihat betapa banyaknya kejadian penting terjadi pada bulan Ramadhan, di antaranya adalah:

Bulan diturunkannya Al Qur-an
Firman Allah : "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)." (QS Al Baqarah [2]:185) Dalam tafsir Mafatihul Ghaib, berkenaan dengan ayat diatas, Ar Razi berkata : "Allah telah mengistimewakan bulan Ramadhan dengan jalan menurunkan Al Qur-an. Karenanya, Allah SWT mengkhususkannya dengan satu ibadah yang sangat besar nilainya, yakni puasa (shaum). Shaum adalah satu senjata yang mengungkapkan tabir-tabir yang menghalangi kita manusia memandang nur Ilahi yang Maha Quddus. Al Qur-an adalah suatu kitab yang tiada bandingannya, pemisah yang haq dan bathil, berlaku sepanjang masa, dan menjadi pengikat seluruh ummat Islam di seluruh dunia.

Bulan diturunkannya kitab-kitab suci lainnya
Di bulan ini pula, Allah menurunkan kitab-kitabNya yang lain kepada para Rasul, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits:  "Shuhuf Ibrahim diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan, Taurat diturunkan pada 6 Ramadhan dan Injil diturunkan pada 13 Ramadhan sedangkan Al Qur-an diturunkan pada 24 Ramadhan." (HR. Ahmad) Itulah keberkahan bulan Ramadhan, bulan turunnya ayat-ayat Qouliyyah, minhajul hayah bagi keberadaan manusia di muka bumi, penunjuk jalan bagi orang-orang yang mau mensucikan dirinya.

Bulan pilihan Allah bagi terjadinya perang Badr
Perang pertama yang dilakukan kaum Muslimin, dimana perang ini menjadi penentu kelangsungan perjuangan da'wah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW bersama para sahabatnya. Perang Badr dinamakan Allah dengan sebutan "yaumul furqon" (hari pembeda antara yang haq dan bathil), sebagaimana firmanNya :
"Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS Al Anfal [8]:41).
Muhammad Qutb mengatakan dalam tafsirnya bahwa perang ini dari awal hingga akhirnya adalah rencana Allah SWT yang dilaksanakan dengan pimpinan dan bantuanNya. Dimana dalam jalannya pertempuran, Allah SWT memenangkan kaum Muslimin yang mempunyai personil dan persenjataan minim, ditambah kondisi fisik kaum Muslimin yang secara lahiriah lebih lemah karena sedang berpuasa, setelah menerima perintah yang baru beberapa saat diterimanya. 

Namun itu bukanlah hambatan untuk menang, karena kekuatan utama kaum Muslimin adalah kekuatan ruhiyyah mereka dengan keyakinan akan kebenaran janji Allah SWT. Peperangan ini membuahkan babakan baru dalam sistem gerakan Islam. Perang ini memperbaharui kondisi ummat Islam, setelah dengan sabar dan tabah menempuh tahapan-tahapan perjuangan da'wah. Lahir tatanan baru dalam kehidupan manusia, bagi penerapan hak-hak asasi serta sistem dan struktur baru bagi masyarakat dan negara.
Bulan yang dipilih bagi terbukanya kota Mekkah. 
Peristiwa "fathul makkah" terjadi pada pertengahan bulan Ramadhan, sekitar 10000 kaum Muslim mendatangi Makkah dari segala penjuru. Pada saat itulah terjadi fenomena kemenangan yang tidak ada bandingannya dalam sejarah manapun, dimana semua musuh, hingga para pemimpinnya menerima dan mengikuti agama lawan. Ini tidak terjadi melainkan dalam sejarah Islam. Kemenangan ini hakikatnya adalah kemenangan akidah, kalimat tauhid dan bukan kemenangan individual atau balas dendam.

Bulan yang dipilih Allah untuk Lailatul Qadar 
Dijelaskan dalam firman Allah SWT : "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS Al Qadr [97]:1-5)
Demikian pula ramadhan adalah  bulan yang dipilih untuk pelaksanaan puasa dan pemindahan qiblat. Firman Allah : 
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS Al Baqarah [2] : 183). 

Bersamaan dengan turunnya ayat perintah berpuasa di bulan Ramadhan, pemindahan qiblat ummat Islam dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram inipun menjadi pembeda antara yang haq dan bathil, dimana pada saat sebelumnya orang Yahudi merasa lebih benar karena puasa mereka dan kiblat mereka diikuti kaum Muslimin. Namun dengan perintah itu, maka berbedalah kaum Muslimin dengan ahlul kitab. Berbeda pula kiblat Muslimin dengan mereka, serta puasa Muslimin dengan mereka. Kecongkakan merekapun berakhir dengan barokah bulan ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Negeri Syam

pixabay Berbicara tentang Syam, tiada habisnya. Negeri yang mengalami pencerahan peradaban yang maju dan moderen pada zamannya. Negeri dimana rasul-rasul banyak berdomisili. Syam menjadi icon peradaban yang modern. Peninggalan-peninggalan kebudayaan mencerminkan kemajuan manusia pada zaman itu. Dalam surah al-A'araf ayat 137, Allah menegaskan bahwa negeri-negeri yang dipusakakan untuk Bani Israel tersebut tak lain adalah Syam. Negeri yang subur dan berlimpah kemakmuran. Tempat sejarah dan peradaban manusia mencapai kemajuan yang pesat. "Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri- negeri bagian timur bumi dan bagian baratnya." Demikian pula, Allah menyelamatkan Ibrahim dan Luth ke negeri-negeri yang diberkahi adalah Syam. Inilah penegasan dalam surah al-Anbiyaa' ayat 71. Al-Imam al-Waqidi dalam bukunya yang berjudul The Islamic Conquest of Syria menyebutkan, Syam bermakna  signifikan dalam penamaan Islam. Alquran menyebutnya sebagai...

DUA ORANG YANG SHOLATNYA TIDAK DITERIMA

pixabay: Rukun islam uang memiliki nilai penting disisi Allah SWT. Jika sholatnya baik maka ibadah yang lain akan dinilai baik. Sholat adalah pilar Islam. Rukun islam uang memiliki nilai penting disisi Allah SWT. Jika sholatnya baik maka ibadah yang lain akan dinilai baik. Setiap kali sholat, kita ingin ibadah  sholat diterima oleh Allah swt., namun tahukah kita orang yang tidak diterima shalat-nya. Rasulullah saw. Bersabda, “Dua orang yang shalat mereka tidak melampaui kepala mereka (tidak sampai kepada Allah), yaitu : budak yang minggat dari tuannya sampai dia kembali dan wanita yang durhaka kepada suaminya sampai dia kembali baik.” (HR Hakim) Hadits tersebut memberikan panduan, ada dua orang yang tidak diterima sholatnya oleh Allah swt, mereka adalah: BUDAK YANG LARI DARI TUANNYA Bila budak atau pembantu di zaman sekarang sudah diperlakukan dengan baik dan dipenuhi hak-haknya oleh majikan, apa alasannya untuk lari darinya. Manakala ini dilakukan, maka shalatnya...

EMPAT HAL YANG DIHARAMKAN ALLAH

pixabay Setiap manusia memiliki potensi kebaikan dan keburukan. Kebaikan akan senantiasa terjaga dengan memperbanyak amalan kebaikan dan sesuai ajaran Islam, sebaliknya potensi keburukan timbul akibat permisif terhadap hal-hal yang meragukan. Untuk mngelola amal soleh kita agar tidak terjebak kepada hal yang buruk maka penting untuk memperhatikan hal-hal yang dilarang agama bahkan diharamkan. Setiap muslim harus meninggalkan apa yang diharamkan Allah SWT. Oleh karena itu, kita harus tahu apa saja yang diharamkan-Nya Rasulullah saw. Bersabda, “Sesungguhnya Allah azza wa jallah mengharamkan kamu : mendurhakai ibu, menguburkan anak perempuan hidup-hidup, enggan membayar kewajiban, dan menuntut yang bukan haknya.”(HR Muslim dari Mughirah bin Syu’bah) Berdasarkan hadits diatas, dari sekian banyak yang diharamkan, ada empat hal yang harus kita hindari yaitu sebagai berikut. DURHAKA KEPADA IBU Orang tua, apalagi ibu adalah orang yang harus sangat dihormati. Bila anak du...